Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Maret 2021

Episode Perdana, Kupas Bukunya Dale Carnegie Bersama Klub Bacarita Buku


How to Win Friends and Influence People, siapa sih yang gak kenal dengan buku yang satu ini. Sebuah karya monumental dari motivator legend Dale Carnegie yang sampai saat ini telah banyak mengubah mindset hidup kebanyakan orang di dunia. Bahkan sampai saat ini buku itu sudah terjual lebih dari 30 juta eksemplar di seluruh dunia.


Malam itu (19/03/2021) alhamdulillah bisa diberi kesempatan untuk membawakan langsung intisarinya, mengupas sampai ke daging-daging nya dengan powerfull. Terakhir kali saya membaca buku itu sekitar setahun yang lalu, tapi alhamdulillah saya bersyukur masih bisa menyampaikan materinya secara utuh, penuh antusias, dan berasa kaya ada tambahan energi yang tiba-tiba me-recharge motivasi saya malam itu. 


Kenapa saya memilih buku ini untuk dibahas? Tentu ada yang bertanya-tanya seperti itu bukan? How to Win Friends and Influence People adalah salah satu dari sekian buku yang telah mengubah mindset saya tentang personality. Secara keseluruhan buku ini berbicara mengenai Interpersonal Skill pada diri seseorang yang banyak sekali dilupakan. Prinsip-prinsip dasar personalitas dalam membangun sebuah relasi, berinteraksi sesama menjadi tonggak utama dalam buku ini. 


Alasan kedua kenapa saya membedah buku ini adalah kerena bagi saya buku ini sangat recommended bagi siapapun untuk dibaca. Selain karena isinya yang masih tetap relevan di era seperti sekarang, juga isi buku ini akan memberikan anda suntikan motivasi. 


Bagi seorang trainer, ini adalah buku wajib untuk dibaca sebelum anda mempelajari materi-materi selanjutnya. 


Kamu suka buku pengembangan diri yang mana?? Mau aku review secara langsung?? 


Yuk tuliskan di bawah buku apa saja yang kamu suka. 
#motivatormuda
#motivatorindonesia
#motivatorbisnis
#motivator
#motivationtoday








Senin, 16 November 2020

Konsep Membangkitkan Keberanian Diri

 



 

Banyak orang yang pada awalnya takut untuk memulai sebuah hal baru. Sebuah hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Ataupun hal-hal yang pernah ia lakukan sebelumnya, namun gagal sehingga rasa takut itu kembali muncul  disaat ingin memulai nya kembali. Ketakutan tersebut pada dasarnya adalah sebuah bentuk pertahanan diri seseorang dari kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya ketika ia melakukan sesuatu hal diluar kemampuannya. Hal-hal yang belum terbiasa ia lakukan sebelumnya. Kecenderungan setiap orang pada umumnya adalah takut untuk gagal, takut apabila ia ditertawakan orang lain, takut kehilangan materi apabila kemudian ia gagal, dan takut dengan sebuah perubahan yang tidak diterima orang lain. Banyak contoh kasus diluar sana yang menunjukkan sebagian besar orang gagal memulai hal baru karena terlalu memikirkan apa respon orang lain terhadap dirinya. Misalnya ketika saya mulai menulis, saya kadang berpikir apakah orang akan tertarik dengan tulisan saya. Apakah tulisan saya bagus untuk dibaca. Apakah tulisan saya tidak akan menjadi bahan tertawaan ketika orang lain membacanya. Dan banyak persepsi-persepsi lainnya yang muncul ketika kita akan memulai sebuah pekerjaan. Contoh yang lain adalah pada kegiatan Training Kepemimpinan, saya sebagai instruktur pernah meminta kepada salah seorang peserta training untuk berorasi didepan semua peserta yang hadir. Spontan saja ia menolak permintaan saya dengan ekspresi gugup. Kemudian setelah kegiatan itu selesai saya menanyakan apa alasan terbesarnya sehingga ia tidak berani mencoba apa yang saya minta. Ternyata alasan terbesarnya adalah karena ia takut jika penampilannya ditertawakan oleh orang lain. Pada akhirnya saya mengambil kesimpulan bahwa  pikiran kita akan selalu memunculkan kemungkinan-kemungkinan terburuk atas apa yang belum pernah kita lakukan. Kemudian anggapan-anggapan negatif tersebut berkembang menjadi sebuah keyakinan sampai kita benar-benar berhenti mengerjakan apa yang akan kita kerjakan. Kebanyakan orang sibuk memikirkan bagaimana penilaian orang lain terhadap dirinya yang sebetulnya orang lain pun tidak akan peduli apakah kita berhasil atau tidak. Seandainya kita berhasil melakukan hal tersebut artinya itu adalah sebuah awal yang baik dan kalaupun tidak ini menjadi media pembelajaran kedepannya. Karena untuk mendapat hasil yang baik kita perlu melakukan hal tersebut berulang kali, tidak cespleng ujug-ujug angsung baik hasilnya.

Orang yang bermental sukses akan mengubah persepsi negatif orang lain menjadi sebuah pacuan dalam diri nya yang dipenuhi dengan energi positif yang meledak-ledak. Ia menjadi semangat yang tak terbendung oleh apapun dan membangkitkan seluruh potensi dalam dirinya. Sahabat saya pernah bercerita kepada saya bahwa pada suatu ketika ia pernah akan menjalankan sebuah program sosial di suatu desa. Namun belum sampai program itu terlaksana, ternyata hal itu mendapat penolakan dari salah seorang tokoh masyarakat didesa tersebut. Dan dari penolakan tersebut mengakibatkan program yang sudah disusun sedemikian baiknya tidak berjalan. Dari peristiwa tersebut saya melihat bahwa seandainya  ia berfokus pada apa yang akan ia kerjakan dan mengabaikan penolakan tersebut. Maka ia akan berusaha menemukan solusi atas permasalahan tersebut dengan mengkomunikasikan program sosial tersebut dengan baik dan meyakinkan masyarakat  untuk dapat menerima program tersebut. Namun begitulah, kecenderungan kebanyakaan orang akan berhenti melakukan sesuatu ketika mendapat penolakan dari orang lain. Saya seringkali terinspirasi dengan orang-orang yang berani mengambil keputusan, mengawali perjalanan baru dengan sebuah resiko dan akhirnya ia berhasil mencapai kesuksesan nya.

 


Minggu, 01 November 2020

Inilah saatnya, Jangan tunda lagi kesuksesanmu

 


Pernah saya bertanya kepada salah satu sahabat saya di kampus, “Kapan kamu akan sukses  ? ” Dia menjawab “Mungkin nanti di usia sekitar 30-an tahun, setelah lulus kuliah kemudian bekerja” Dan sejenak saya berpikir. Kenapa harus menunggu sampai di usia tersebut? Padahal cukup banyak orang diluar sana yang mampu mencapai titik kesuksesan di usia yang relatif muda bahkan bisa dikatakan belia.

Sebagian besar orang menafsirkan kesuksesan sebagai sebuah hal yang harus ditunggu sampai pada waktu tertentu. Bukan saya bermaksud untuk membandingkan orang yang satu dengan yang lain nya karena setiap orang punya kelebihan dan kapasitas yang berbeda. 

Tapi saya hanya ingin mempertegas bahwa kesuksesan bukan soal waktu. Kesuksesan adalah sebuah komitmen, dan keputusan dari dalam diri seseorang yang mana setiap saat dapat anda putuskan kapan anda akan sukses. Terlepas dari apapun definisi sukses menurut anda. Percayalah bahwa kesuksesan dapat diraih kapanpun yang anda inginkan.

Secara tidak langsung, ketika anda mengatakan bahwa anda akan sukses ketika sudah memiliki pekerjaan yang mapan dengan penghasilan tinggi, atau ketika anda sudah memiliki gelar akademik yang berderet mulai dari sarjana sampai doktor, atau ketika anda sudah memiliki perusahaan sendiri, atau ketika ini dan ketika itu. 

Hal itu berarti anda dalam keadaan sadar telah menunda kesuksesan anda sendiri. Anda mengkonfirmasi ketidakpantasan diri anda untuk sukses saat ini. Dan ketika anda sudah menunda, maka setiap penundaan cenderung akan menghasilkan penundaan berikutnya. Tentu ini akan sangat menurunkan semangat dan motivasi diri anda. 

Percaya atau tidak anda akan terjebak dalam situasi yang membuat anda tidak berkembang.Ya anda akan menjadi penghuni zona nyaman.Umumnya mereka yang berada di zona nyaman disebabkan oleh dua hal. Pertama karena ia takut mengalami perubahan dengan berbagai dinamikanya.

Dan kedua karena ia terlalu jauh menetapkan skala waktu pencapaian atas kesuksesan itu sendiri. Sehingga anda merasa bahwa belum saat nya waktu bagi saya untuk sukses, waktu masih terlalu panjang.

Suatu ketika ada seseorang dengan ambisius nya mengatakan kepada saya bahwa suatu hari nanti ia ingin memiliki bisnis dengan berbagai macam anak perusahaan nya yang bergerak dibeberapa sektor industri dan ritel. Kemudian saya jawab dengan nada sedikit meledek namun bermaksud untuk memotivasinya, “Nanti mu itu kapan?” Seandainya jika kata “Nanti” itu diganti dengan kata“Segera” 

Misalnya saya segera untuk memiliki bisnis yang dapat menguasai pasar ritel. Maka ini akan menimbulkan efek yang luar biasa. Kalimat ini akan menjadi cambuk yang akan melecutkan motivasi dan membakar semangat anda untuk mewujudkan impian anda.

Setiap diri seseorang membutuhkan persetujuan atas dirinya melalui apa yang ia katakan kepada dirinya.Jika anda mengatakan bahwa saya akan menyelesaikan studi kuliah saya selama 5 tahun. Itu artinya anda telah mengkonfirmasi ketidakmampuan anda untuk menyelesaikan studi kurang dari lima tahun. Anda telah memberi afirmasi negatif kepada diri anda sendiri.

Oleh karena itu yakinlah katakan pada diri anda bahwa anda layak untuk sukses saat ini bukan esok hari. Tetapkanlah tenggat waktu untuk mencapai kesuksesan anda sesingkat mungkin, tentu dengan membagi-bagi target pencapaian sukses anda menjadi lebih kecil agar lebih mudah untuk dicapai.

Mulai saat ini berhentilah menunggu kesuksesan anda dengan sia-sia. Jemputlah setiap kesuksesan anda dengan mengatakan inilah saatnya. Percayalah dengan sungguh-sunguh bahwa anda mampu dan layak untuk menyandang predikat sukses. Resapilah setiap kata yang dapat memacu semangat anda menjadi sebuah keyakinan. Wujudkanlah keinginan dan,impian anda dengan tulus. Tidak ada kesuksesan yang ditunggu. Tidak ada keberuntungan tanpa persiapan. Dan Inilah Suksesmu.

 

 

 

 

BELAJAR KAYA DARI MILIARDER HONGKONG, PEMILIK DAN EKS CHAIRMAN CK HUTCHISON HOLDINGS; LI KA SHING

Baru-baru ini Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Hongkong tahun 2022. Menurut Laporan Forbes, total kekayaan gabungan dari 50...